IndonesiaMarathon – Pada sebuah event lari “Run for Good Journalism” di kawasan Car Free Day Sudirman, Jakarta, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, menyampaikan pandangan baru mengenai lomba lari berbayar. Ia mengaku terkejut saat mengetahui bahwa sejumlah acara lari kini menerapkan biaya pendaftaran—dan justru menilai hal ini bisa memberi manfaat ekonomi yang lebih luas.
Lari dan Ekonomi Publik yang Terhubung
Purbaya mencermati bahwa area car free day tak hanya jadi ruang olahraga, tapi juga pusat interaksi ekonomi: masyarakat berlari, berjalan santai, sekaligus membeli makanan dan produk lokal. Menurutnya, fenomena ini menunjukkan bahwa event olahraga massal bisa menjadi penggerak ekonomi yang efektif.
Pemandangan Baru dalam Dunia Lari
Tradisionalnya, banyak acara lari terbuka dan gratis—namun sekarang muncul tren baru di mana peserta membayar untuk ikut lomba. Purbaya melihat ini sebagai hal positif selama pengelolaannya transparan dan berorientasi pada pengalaman peserta dan manfaat publik. Dengan kata lain, lomba lari bisa dikemas lebih profesional sekaligus berkontribusi ke ekonomi kreatif dan UMKM.
Manfaat untuk Pelari dan Pelaku Usaha
Biaya pendaftaran dapat membantu penyelenggara menghadirkan layanan yang lebih baik seperti rute terukur, keamanan, fasilitas medis.
Pelari memperoleh pengalaman event yang lebih terstruktur dan berstandar.
UMKM, vendor makanan hingga suvenir berpeluang besar mendapatkan transaksi saat acara berlangsung.
Event olahraga semakin mendapat tempat dalam ekosistem ekonomi lokal dan gaya hidup sehat.
Kiat untuk Pelari yang Ingin Ikut Event Berbayar
Pastikan pendaftaran dan biaya resmi serta transparan.
Periksa fasilitas dan paket keikutsertaan—apakah layanan sesuai dengan biaya yang dibayar.
Gunakan kesempatan ini sebagai pengalaman event yang lebih matang, bukan sekadar fun run.
Siapkan fisik dan mental agar manfaat sehat serta ekonomi bisa dirasakan dengan optimal.


